
Kemeriahan Gebyar Ramadhan 1447 H di MIN 1 Muaro Jambi mencapai puncaknya pada Kamis (12/3/2026). Di hari ketiga sekaligus hari penutup ini, suasana madrasah tampak berbeda dengan adanya perpaduan antara kekhusyukan praktik ibadah dan kreativitas seni melalui Lomba Wudhu serta Lomba Kaligrafi.
Kedua cabang lomba ini dipilih sebagai penutup karena memiliki filosofi yang mendalam: menyempurnakan syarat sah salat melalui wudhu yang benar, serta mengagungkan ayat Al-Qur'an melalui seni tulis islami.
Fokus pada Kesempurnaan Ibadah Sejak Dini
Di area tempat wudhu, para siswa satu per satu menunjukkan kemampuannya dalam mempraktikkan tata cara bersuci. Tim juri yang terdiri dari guru agama memantau dengan teliti setiap gerakan, mulai dari niat hingga tertibnya urutan wudhu.
"Lomba wudhu ini bukan sekadar mengejar juara, tapi memastikan anak-anak kita benar-benar paham cara bersuci yang sah sesuai syariat. Karena wudhu adalah kunci diterimanya salat," ujar salah satu panitia penyelenggara.
Goresan Indah di Lomba Kaligrafi
Sementara itu, di dalam ruang kelas, suasana hening dan penuh konsentrasi menyelimuti peserta lomba kaligrafi. Dengan jemari yang terampil, para siswa menggoreskan alat tulis di atas kertas, membentuk deretan huruf hijaiyah yang indah dan berwarna-warni. Lomba ini menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap Al-Qur'an melalui karya seni visual.
#4Penutupan dan Kesan Mendalam
Setelah seluruh perlombaan usai, kegiatan Gebyar Ramadhan . Kepala MIN 1 Muaro Jambi Lukman Edi S.Pd.I mengapresiasi semangat para siswa yang tetap menunjukkan performa terbaik meski sedang berpuasa.
Dengan berakhirnya rangkaian Gebyar Ramadhan tahun ini, MIN 1 Muaro Jambi berharap seluruh siswa tidak hanya membawa pulang piala atau hadiah, tetapi juga membawa perubahan positif dalam kedisiplinan beribadah dan kecintaan terhadap seni islami.
#
|
78x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...