
Suasana khidmat menyelimuti kegiatan kokurikuler siswa kelas 3 hari ini. Dibawah bimbingan Ibu Heriyati S.Pd.I, para siswa tidak hanya diajarkan cara membasuh anggota tubuh dengan air, tetapi juga mendalami makna di balik setiap gerakan melalui pendekatan Kurikulum Cinta.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (25/02) ini bertujuan untuk memastikan siswa kelas 3 mampu melaksanakan wudhu secara sempurna, baik secara syariat maupun adab. Ibu Heriyati menekankan bahwa wudhu adalah kunci utama sahnya salat, sehingga harus dilakukan dengan penuh ketelitian dan kasih sayang.
Belajar dengan Pendekatan "Cinta"
Berbeda dengan praktik pada umumnya, implementasi Kurikulum Cinta dalam kegiatan ini mengajak siswa untuk:
Cinta Kebersihan: Menyadari bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang bersih dan suci.
Cinta Ketertiban: Melakukan urutan wudhu secara tertib (tumaninah) sebagai bentuk disiplin diri.
Cinta Alam: Menggunakan air secukupnya dan tidak berlebih-lebihan sebagai wujud syukur atas nikmat Allah.
"Kami ingin anak-anak kelas 3 memahami bahwa wudhu bukan sekadar membasahi kulit, tapi juga menyucikan hati sebelum menghadap Sang Pencipta," ujar Ibu Heriyati S.Pd.I di sela-sela kegiatan.
#4Praktik Langsung
Satu per satu siswa mempraktikkan gerakan mulai dari niat, membasuh wajah, hingga tertib di akhir wudhu. Ibu Heriyati dengan sabar mengoreksi posisi tangan dan aliran air agar sesuai dengan tuntunan yang benar. Para siswa tampak sangat antusias, saling menyemak gerakan temannya dengan semangat kebersamaan.
Dengan adanya kegiatan kokurikuler ini, diharapkan para siswa kelas 3 dapat membiasakan diri berwudhu dengan benar sejak dini, sehingga ibadah salat mereka menjadi lebih berkualitas dan bermakna.1
#
#
#
|
79x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...