Selamat Datang di Website Resmi MIN 1 Muaro Jambi
Diposting Pada: Selasa, 22 April 2025

Gerakan Sejuta Pohon Matoa

Gerakan Sejuta Pohon Matoa

MIN 1 Muaro Jambi ikut mensukseskan Gerakan menanam sejuta pohon Matoa yang bertepatan dengan Hari Bumi Sedunia ke-55 Tahun 2025 pada Selasa, 22 April 2025. Gerakan ini merupakan suatu program ekoteologi yang dikembangkan oleh Kementerian Agama RI dengan tujuan sebagai zikir semesta dari manusia kepada alam yang mulai renta.
Di antara hamparan pohon yang tumbuh subur di bumi Nusantara, mengapa justru pohon ini yang dipilih, yang diangkat, seolah mewakili sebuah harapan? Jawabannya tidak sekadar terletak pada manisnya rasa buah atau eksotisme bentuknya yang memikat mata. Lebih dari itu, Matoa menyimpan filosofi dan potensi besar dalam membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Pohon Matoa (pometia pinnata) adalah tanaman asli Papua yang telah lama tumbuh dan berkembang dalam ekosistem tropis Indonesia Timur. Tingginya bisa mencapai 18 meter, dengan tajuk yang rindang dan akar yang kuat. Secara ekologis, matoa memiliki kemampuan istimewa: ia dapat menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar, menghasilkan oksigen, mencegah erosi, dan memperbaiki kualitas tanah.
Matoa bukan hanya pohon, tapi simbol ketangguhan. Matoa dapat tumbuh hampir di seluruh wilayah Nusantara, dari tanah Aceh hingga Merauke. Kemampuannya bertahan dalam cuaca ekstrem menjadikannya metafora tentang harapan: bahwa kehidupan bisa bertunas bahkan di kondisi yang genting.
Di balik rimbun daunnya yang tenang dan ketangguhan ekologis, Matoa menyimpan denyut kehidupan yang lebih dari sekadar hijau. Ia bukan hanya penjaga harmoni alam, tetapi juga penjaga harapan manusia. Buahnya pun memiliki cita rasa yang tak lazim, seolah memadukan manisnya lengkeng dengan aroma menggoda durian, menyapa lidah dengan percaya diri. Ia membawa peluang, membuka jalan bagi tumbuhnya ekonomi lokal yang bersandar pada alam, bukan dengan perusakan. Sementara kayunya, kokoh namun ringan, siap diolah menjadi karya: dari konstruksi sederhana hingga kerajinan tangan yang menyimpan jejak budaya dan ketekunan.
Tak sekadar tegak di antara rerimbun hutan, Matoa adalah warisan hayati bangsa. Di tengah ekspansi industri yang terus menggusur batas-batas alam, melestarikan pohon endemik seperti matoa adalah tindakan menyulam kembali jalinan kearifan lokal yang nyaris pudar. Seperti diungkapkan Muhibuddin, Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kemenag, “Menanam Matoa berarti merawat akar budaya dan ekologis kita sendiri.” Dikutip dari link (https://kemenag.go.id/opini/satu-juta-pohon-matoa-zikir-semesta-kepada-alam-yang-renta-5Ym0r)

Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan keterlibatan siswa serta seluruh warga sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup. Dan juga merupakan upaya pendidikan dan aksi nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

 


141x
Dibaca

Berita Lainnya:

  1. Tingkatkan Mutu Akademik dan Pelayanan, Kepala MIN 1 Muaro Jambi Supervisi Majelis Guru dan Staf 42x dibaca
  2. Staf MIN 1 Muaro Jambi Percantik Wajah Lingkungan Madrasah 89x dibaca
  3. Melalui SPPG Niaso, Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Sapa Siswa Siswi MIN 1 Muaro Jambi 90x dibaca
  4. Pakaian melayu dalam rangka HUT Muaro Jambi 129x dibaca
  5. Momen Khidmat Doa Bersama Siswa Kelas 6 MIN 1 Muaro Jambi Sebelum Mulai Ujian 146x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MIN 1 Muaro Jambi

Mars Madrasah